Rangkuman Materi Pertemuan Ke 2, Sejarah, Perkembangan, dan Aspek Aspek Keilmuan yang Terkandung Dalam Pencak Silat


Nama   : Aulya Safiyna N.A

NIM    : 20060484149

Kelas   : 2020A

Sejarah, perkembangan Pencak Silat Indonesia, dan aspek-aspek keilmuan yang terkandung didalamnya

      I.            Perkembangan Pencak Silat dari zaman ke zaman

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi, antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun, dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan pada masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas.

 

a). Zaman sebelum penjajahan Belanda

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas. Kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Perkembangan penyebaran Silat di Nusanatara tercatat pada abad ke -14, seiring dengan masuk dan mulai berkembangnya agama Islam di Nusantara. Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.

b). Zaman penjajahan Belanda

Pemerintah Belanda tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Pemerintah Belanda melarang para pesilat untuk berlatih, bahkan jug amelarang berkumpul. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Namun para pesilat menggunakan kesempatan-kesempatan tersebut untuk tetap mengembangkan silat walaupun hanya dengan sembunyi sembunyi. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.

c). Pada pendudukan Jepang 

Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.

                                                                                      

d). Zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami secara sembunyi-sembunyi melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Sehingga perkembangan pencak silat tidaklah berhenti begitu saja. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

II.            Sejarah Berdirinya IPSI

a)      Prosesi sejarah Berdirinya I.P.S.I. yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, adalah organisasi nasional Pencak Silat tertua di dunia dan satu-satunya organisasi nasional Pencak Silat di Indonesia. Bapak-bapak pendiri IPSI adalah :

1.   Wongsonegoro
2.   Soeratno Sastroamidjojo
3.   Marjoen Soedirohadiprodjo
4.   Dr. Sahar
5.   Soeria Atmadja
6.   Soeljohadikoesoemo
7.   Rachmad Soeronegoro
8.   Moenadji
9.   Roeslan
10. Roesdi Iman Soedjono
11.
S. Prodjosoemitro
12. Moh. Djoemali
13. Margono
14. Soemali
15. Karnandi
16. Ali M
arsaban

Ketua Pusat Kebudayaan Kedu
Sekretaris Pusat Kebudayaan Kedu
Pencak Sumatra

SHO
Pencak Jawa Barat
SH Madiun
SH Madiun
SH Solo
SH Kediri
SH Kediri
PORI Bagian Pencak Yogyakarta
SH Yogyakarta
Ketua PORI
Kementerian Pembangunan dan Pemuda
Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan

b)     3 Tujuan Utama Berdirinya IPSI, yaitu :

1.      Mempersatukan dan membina seluruh perguruan Pencak Silat di Indonesia.

2.      Melestarikan, mengembangkan dan memasyarakatkan Pencak Silat beserta nilai-nilainya.

3.      Menjadikan Pencak Silat dan nilai-nilainya sebagai sarana pembangunan bangsa dan akhlak.

c)      Asas IPSI

Pancasila merupakan azaz IPSI. Kehidupan dan hubungan di lingkungan IPSI didasarkan pada semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk. IPSI tidak berafiliasi, berorientasi dan berfungsi politik.

d)     Wilayah Kerja IPSI

Skala kegiatan IPSI meliputi seluruh wilayah Indonesia. Anggota IPSI terdiri dari perguruan-perguruan Pencak Silat yang secara sukarela menyatakan menjadi anggota IPSI dan bersedia menyesuaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya (AD dan ART-nya) dengan AD dan ART IPSI. Jumlah seluruh anggota IPSI sekitar 800-an perguruan Pencak Silat.

e)      Klasifikasi 10 Perguruan di Indonesia

Ada 10 perguruan historis atau bisa juga disebut sebgai anggota khusus IPSI Pusat, yaitu :

1.      Persaudaraan Setia Hati.

2.      Persaudaraan Setia Hati Terate.

3.      Perisai Diri.

4.      Perisai Putih.

5.      Tapak Suci.

6.      Phasadja Mataram.

7.      Perguruan Pencak Indonesia (PERPI) Harimurti.

8.      Persatuan Pencak Seluruh Indonesia (PPSI).

9.      Putra Betawi.

10.  Nusantara.

Struktur dan Mekanisme Manajemen IPSI mempunyai pengurus di eselon pusat atau nasional serta di eselon propinsi, daerah tingkat II dan kecamatan yang nama-namanya adalah : Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Ran-ting. Masa kerja pengurus IPSI adalah 4 tahun.

f)       Lambang Kebesaran IPSI

Lambang IPSI disusun bersama oleh Yanuarno dan Harsoyo. Yanuarno menyusun gambar lambang, sedangkan Harsoyo merumuskan makna gambar tersebut. Lambang tersebut disahkan oleh Munas IPSI tahun 1977.

 

Ada 9 makna lambang IPSI sebagai berikut:   

01.        Warna Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan;

02.        Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran;

03.        Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju emantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa secara hikmat dan syahdu;

04.        Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa;

05.        Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila, serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati;

06.        Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah :

        berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan berssatu membangun negara;

07.        Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan perikemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan;

08.        Ikatan pita berwarna merah Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari pelbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia; dan

09.        Gambar tangan putih di dalam Dasar hijau :

menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.

 

g)      Tokoh Tokoh Pimpinan IPSI

Sejak tahun 1948 sampai 2005, di tataran nasional, IPSI dipimpin oleh 4 orang Ketua Umum PB IPSI, yaitu:

10.      Wongsonegoro (1948-1973),

11.      Tjokropranolo (1973-1981),

12.      Eddie M. Nalapraya (1981-2003). dan

13.      Prabowo Subianto (sejak 4 Juli 2003 - sekarang).

 

h)     Padepokan Pencak Silat Indonesia

Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar pengetahuan dan keteram-pilan tertentu. Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) adalah padepokan berskala nasional dan internasional yang berlokasi di diatas lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Padepokoan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1997.

Fungsi Padepokan Pencak Silat Indonesia :

1.      Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi ber-bagai hal yang menyangkut Pencak Silat.

2.      Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubu-ngan dengan upaya peles-tarian, pengembangan, penyebaran dan pening-katan citra Pencak Silat dan nilai-nilainya.

3.      Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia.

4.      Sebagai sarana untuk mempererat persahabatan diantara masyarakat Pen-cak Silat di berbagai negara.

5.      Sebagai sarana untuk memasyarakatkan 2 kode etik manusia Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar

III.            Istilah Dalam Pencak Silat

a)      Sikap dan Gerak.

Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berke-lanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.

b)     Teknik.

Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa meng-gunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serang-an. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.

c)      Jurus.

Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat di-lakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasang, atau aliran seluruh tubuh.

d)     Aspek dalam Pencak Silat

Ada 4 aspek dalam Pencak Silat :

1.      Aspek Mental Spiritual:

2.      Aspek Seni Budaya

3.      Aspek Bela Diri

4.      Aspek Olahraga

 

e)      Bentuk Pencak Silat :

1.      Pencak Silat sebagai ajaran kerohanian

2.      Pencak silat sebagai seni

3.      Pencak Silat sebagai olahraga umum

4.      Pencak Silat sebagai olahraga prestasi

 

 IV.            Pencak Silat Di Dunia

Pencak Silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional.

 

    V.            Ikrar Pesilat

Ada 2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan Sapta Prasetya Pesilat Indonesia.

Yang disebut pesilat Indonesia adalah Ikrar Pesilat Indonesia, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 5 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut:

”Ikar Pesilat”

1.    Pesilat adalah pribadi yang berbudi pekerti luhur.

2.    Pesilat adalah manusia yang menghormati sesamanya serta mencintai persahabatan dan perdamaian.

3.    Pesilat adalah manusia yang senantiasa berpikir dan bertindak positif, kreatif dan dinamis.

4.    Pesilat adalah kesatria yang menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan serta senantiasa tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.

5.    Pesilat adalah kesatria yang senantiasa       bertanggungjawab atas kata-kata dan perbuatan-perbuatannya.

 

Yang disebut pesilat Indonesia, adalah “Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada dirinya sendiri. Kode etik ini terdiri dari 7 butir janji, yang naskah lengkapnya sebagai berikut :

“Prasetya Pesilat Indonesia”

1.                       Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang  Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi  pekerti luhur.

2.                       Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela dan mengamalkan Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945.

3.                       Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang cinta      Bangsa dan Tanah Air Indonesia.

4.                       Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang menjun-jung  tinggi persaudaraan dan persatuan Bangsa.

5.                       Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa mengejar kemajuan dan berkepribadian Indonesia.

6.                       Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.

7.                       Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan-uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.

 

 VI.            Arti, Fungsi, dan Macam Seni Bela Diri

Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang untuk mempertahankan/membela diri. Seni bela diri telah lama ada dan berkembang dari masa ke masa. Pada dasarnya, manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya. Dalam tumbuh atau berkembang, manusia tidak dapat lepas dari kegiatan fisiknya. Hal inilah yang akan memicu aktivitas fisiknya sepanjang waktu.

Fungsi seni bela diri

1)      Tubuh lebih bugar.

2)      Mengontrol Berat Badan.

3)      Melatih kemampuan motoric

4)      Mampu membela diri

5)      Meningkatkan displin dan Komitmen.

6)      Belajar percaya diri.

7)      Melatih kemampuan bersosialisasi

Macam-macam seni bela diri

1)      Pencak silat

2)      Tarung Derajat

3)      Karate

4)      Taekwondo

5)      Jujutsu

6)      Judo

7)      Aikido

8)      Ninjutsu

9)      Kung Fu

 

VII.            Macam macam aliran dan Perguruan silat di Indonesia dan luar negeri.

Aliran Silat Indonesia

1)      ALIRAN KUMANGO

Satu diantara silat yang tumbuh dan berkembang di Lantai Batu Sumatra Barat adalah aliran silat Kumango. Sesuai dengan namanya silat ini berasal dari kampung Kumango. Guru pertamanya adalah Syech Abdul Rahman yang karena kepandaiannya bersilat di daerah tersebut mendapat sebutan Syech Kumango. Guru silat ini kemudian mempunyai dua anak yang bernama Ibrahim Paduko Sultan dan Syamsarif Malin Marajo.

2)      ALIRAN CINGKRIK

Cingkrik merupakan salah satu aliran silat Betawi. Karena beberapa gerakan utama dalam aliran silat ini adalah berlompatan dengan satu kaki (orang Betawi menyebutnya Jejingkrikan), silat ini disebut Jingkrik atau Cingkrik. Cingkrik inilah yang dipercaya menjadi “mainan” Si Pitung. Dalam perkembangannya, Cingkrik terpisah jadi beberapa aliran yang namanya diciptakan oleh orang yang mengajarkannya. Sampai saat ini ada dua aliran Cingkrik, yakni Cingkrik Sinan dan Cingkrik Goning.

3)      ALIRAN SABENI.

“MAEN PUKULAN “ aliran SABENI. Saat ini aliran Sabeni dilestarikan oleh anak dan keturunan dari Sabeni dan berpusat di daerah Tanah Abang, salah satunya adalah Bapak M. Ali Sabeni yang merupakan anak ke-7 dari Sabeni yang selain sebagai penerus Silat Sabeni juga seorang tokoh seniman Sambrah Betawi (Orkes Melayu Betawi).

4)      ALIRAN BEKSI

Ilmu Seni Bela Diri BEKSI berasal dari Negeri China yang dibawa pertama kalinya ke Indonesia (Batavia.red) oleh seorang guru keturunan China yang bernama “Alm. Lie Ceng Oek” yang bermukim dan bertempat tinggal di daerah Dadap, Tangerang.

5)      ALIRAN CIMANDE

Menurut informan Pencak Silat aliran Cimande pertama kali diciptakan dari seorang Kyai bernama Mbah Kahir. Mbah Kahir adalah seorang pendekar Pencak Silat yang disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1760), Mbah Kahir pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai Guru pertama silat Cimande.

6)      ALIRAN CIKALONG

Bermula dari nama desa Cikalong Kabupaten Cianjur pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya "Maempo Cikalong". Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.

Aliran Silat Luar Negri

1)      Malaysia.

1.   Gayung Malaysia - salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia.

2.   Silat Cekak – merupakan tipe silat bertahan, sebab memakai 99% teknik bertahan dan hanya 1% teknik menyerang. Merupakan salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia.

3.   Silat Lincah - salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia.


2)      Thailand.

1.      Seni Gayung Fatani – aliran silat Malaysia berasal dari Propinsi Pattani di Thailand Selatan. Salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia

 

3)      Filipina.

1. Maphilindo Silat – aliran silat yang didirikan oleh Dan Inosanto untuk menghormati guru silatnya. Tersusun dari aliran silat Malaysia (Ma), Philippines (Phil) dan Indonesia (Indo).

 

4)     Eropa.

1.        Persaudaraan Setia Hati.

2.        Persaudaraan Setia Hati Terate.

3.        Perisai Diri.

4.        Gerak Ilham, dan lain-lain.

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini